Warga Ditodong Senpi, Jalan Raya Jadi Sasaran Blokade

Aparat Polsek Woha saat membuka jalan yang diblokade warga Penapali. [mrs] AKTUALITA.INFO , Bima - Sekelompok warga Desa Penapali, Ke...

Aparat Polsek Woha saat membuka jalan yang diblokade warga Penapali. [mrs]

AKTUALITA.INFO, Bima - Sekelompok warga Desa Penapali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat memblokade jalan Lintas Bima-Sumbawa, Senin, 17 April 2017. Aksi itu dipicu adanya dugaan penodongan menggunakan senjata api (Senpi) salahseorang warga Penapali, Sahrul, oleh oknum warga Desa Dadibou berinisial RHN.

Kejadiannya sekitar pukul 13.30 Wita. Untungnya, kejadian tersebut tidak sampai membias pada bentrok warga dua desa bertetangga, setelah aparat Polsek Woha cepat mengatasinya.

Bagaimana kronologis kejadian itu? Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 11.30 Wita, Sahrul bersama rekannya sedang duduk di bawah pohon di halaman rumahnya. Tiba-tiba datang RHN menggunakan sepeda motor langsung menodongkan Senpi tanpa menanyakan sesuatu.

Seketika Sahrul dan rekannya ketakutan lari berhamburan. Sahrul masuk ke dalam rumahnya, sedangkan rekannya lari ke perkampungan. Melihat anaknya ketakutan, orang tua Sahrul, Anwar, langsung keluar rumah. Ketua RT 01 itu hanya melihat RHN membalikkan badan dan kabur.ke arah barat.

Warga yang mendapat kabar atas kejadian itu, keluar rumah dan menutup akses jalan. Kapolsek Woha, AKP Fandy AR, bersama anggotanya langsung meluncur lokasi kejadian begitu mendengar kabar. Jalan yang diblokade pun dibuka paksa oleh anggota Polsek Woha tanpa ada perlawanan dari warga pada pukul 13.40 Wita.

Kapolsek Woha AKP Fandy AR mengatakan, Sahrul sudah melaporkan kejadian tersebut di Polres Bima Kabupaten. Berdasarkan keterangan dari Syahrul, kejadiannya sekitar pukul 11.30 WITA.

Berdasarkan pengakuan Syahrul, kata dia, RHN sempat mengejar sampai mau masuk dalam rumah. Namun karena takut, akhirnya kabur dengan sepeda motornya. “Warga dua kali menutup jalan. Namun saya buka paksa tanpa ada perlawanan, karena warga meminta aparat menangkap pelaku yang sudah diberi identitas lengkap,” ujar Kapolsek.

Untuk mengantisipasi adanya reaksi lebih besar, pihaknya telah meminta bantuan Polres Bima untuk bertindak cepat menangkap pelaku. Hal itu dimaksudkan agar kondisi benar-benar aman. “Kami masih melakukan pendekatan dengan warga supaya tidak terpancing suasana. Yang pasti kami tetap menangkap pelaku karena ini merupakan kasus kriminal,” kata Kapolsek.

[mrs]

Related

Hukrim 7451243608564828390

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item