Penyalahgunaan Narkoba di Bima Didominasi Mahasiswa dan Pelajar, BNNK Sosialisasi P4GN

Kepala BNNK Bima, AKBP H Ahmad SH, menyampaikan materi sosialisasi Desminasi Informasi P4GN. [israt] AKTUALITA.INFO , Bima – Badan Na...

Kepala BNNK Bima, AKBP H Ahmad SH, menyampaikan materi sosialisasi Desminasi Informasi P4GN. [israt]

AKTUALITA.INFO, Bima – Badan Narkotikan Nasional Kabupaten (BNNK) Bima, Nusa Tenggara Barat menyatakan pengguna Narkoba didominasi kalangan generasi muda. Sebagai salahsatu bentuk pencegahannya, yaitu melakukan sosialisasi bahaya Narkoba secara terus-menerus.

Seperti yang dilakukan, Senin, 17 April 2017, bekerjasama dengan mahasiswa Stikes Yahyah Bima, BNNK Bima mengadakan sosialisasi Desminasi Informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sosialisasi di kampus setempat, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Kalangan mahasiswa merupakan salahsatu sasaran yang mudah bagi para pengedar dan bandar Narkoba. Stikes Yahyah secara tegas mendukung kegiatan BNNK Bima dalam memberantas dan mencegah penyalahgunaan Narkoba.

Kepala BNNK Bima AKBP H Ahmad SH mengungkapkan, bahaya Narkoba sudah menyerang berbagai kalangan. Jenisnya sekarang sudah bertambah, khususnya di Indonesia.

Menurutnya, pengguna Narkoba sebagian besar adalah usia produktif yaitu 20-34 tahun. Saat ini, sekitar 40 persen penyalahgunaan Narkoba adalah mahasiswa dan pelajar. “Jadi, sosialisasi ini berguna bagi generasi bangsa agar bisa menolak dan melawan Narkoba,” katanya.

Ahmad mengatakan BNNK tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya kerjasama dari masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan sosialisasi penyalahgunaan Narkoba di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Provinsi NTB khususnya Bima, Ahmad berujar, merupakan daerah yang masih minim dan jarang dengan sosialisasi terhadap dampak Narkoba. Rencananya, untuk 2018 BNNK Bima akan membuat klinik untuk pasien rehab pemakai Narkoba.

"BNNK Bima akan memproritaskan kegiatan yang terfokus pada pecandu dan pemakai Narkoba dengan disediakan sebuah klinik. Tujuannya, untuk membantu mengembalikan syaraf bagi pengguna Narkoba dengan resep rehabilitasi seperti dilatih pergelangan kaki, seluruh organ tubuh, psikologi, serta memberikan tekanan untuk menjauhi Narkoba," jelasnya.

Kembali Ia mengungkapkan, khusus di Bima penyalahgunaan Narkoba didominasi kalangan muda. Jenis Narkoba tersebut yakni sabu-sabu, ganja, dan pil tramadol. “Efek dari jenis ini sangat bisa membahayakan syaraf, karena termasuk dalam jenis Narkotika Golongan 1,” Ahmad menjelaskan. "Untuk kalangan muda dari mahasiswa dan pelajar, daerah Bima sangat banyak mengonsumsi Narkotika Golongan 1,” tambah dia.

Ahmad mengharapkan, kerjasama BNNK Bima dengan Stikes Yahyah dapat membangun kesadaran mahasiswa dan pelajar dalam memerangi bahaya Narkoba yang penyalahgunaannya semakin marak di Bima.

“Mari bersama kita memberantas Narkoba. Tugas ini tidak hanya menjadi tugas BNNK, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus ikut serta membantu. Mari kita ingatkan saudara dan keluarga kita tentang bahaya Narkoba," ajak Ahmad.

[israt]

Related

Ragam 2346541584445930054

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item