Indonesia Kuat dan Tetap Bersatu, Dibutuhkan Sinergitas Semua Pihak

Pangdam IX/Udayana bersama pimpinan daerah dan sejumlah tokoh agama saat acara Ikrar Kebangsaan. [israt] AKTUALITA.INFO , Kota Bima –...

Pangdam IX/Udayana bersama pimpinan daerah dan sejumlah tokoh agama saat acara Ikrar Kebangsaan. [israt]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal Komarudin Simanjuntak S.IP, M.Si, menegaskan, menggelorakan semangat kebangsaan demi keutuhan NKRI dan menjalin sinergitas dengan semua pihak sehingga Indonesia bisa menjadi kuat dan tetap bersatu, adalah bersifat mutlak.

Sementara pendidikan dan kebudayaan bagi anak bangsa, baik di Ponpes dan Ormas harus dikawal sehingga dapat dicegah adanya upaya dari kelompok tertentu yg ingin memecah-belah keutuhan NKRI. Hal itu, ditegaskan Pangdam dalam sambutannya saat silaturahmi dengan tema “Menuju Indonesia Damai Demi Keutuhan NKRI” di Lapangan Sera Suba Kota Bima, Selasa 8 Agustus 2017

Ponpes dan Ormas diimbaunya, harus memegang teguh terhadap empat pedoman. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Jenderal kelahiran Sumatera Utara (Sumut) ini menutup sambutannya dengan pantun yang berkaitan dengan Bima.

“Kuda Bima berwarna merah dan berwarna putih. Artinya, bukan orang Bima kalau tidak berjiwa merah putih,” pungkas Pangdam.

Pada kegiatan tersebut, tokoh agama Bima, KH A Gani Maskur, menyampaikan beberapa hal. Katanya, masyarakat Bima sejak dulu hingga sekarang masih memegang teguh toleransi antar umat beragama. Tokoh yang dikenal tegas ini membantah keras tudingan bahwa Bima sebagai zona merah oleh kelompok tertentu. “Kegiatan silaturrahmi ini, jelas memiliki dampak positif bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara, Ketua JAS Nusa Tenggara, Ustadz H Abdul Hakim mengatakan “Tidak tepat kalau Bima dikatakan sebagai zona merah. Sebab, masyarakat Bima adalah masyarakat yang sangat toleransi terhadap agama lain. Tetapi ketika agama dihina, maka wajib hukumnya untuk dibela,” tegasnya.

Pantauan wartawan, usai Pangdam dan sejumlah tokoh memberikan sambutannya, acara kemudian dilaksanakan dengan pembacaan Ikrar Kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Ustadz Irwan S.PdI bersama Ketua Ormas dan Ponpes di Kota dan Kabupaten Bima.

Terdapat sejumlah point penting yang dibacakan terkait Ikrar Kebangsaan tersebut. Yakni, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, hidup rukun, saling menghargai antar Umat Beragama. Ketiga, menolak Bima sebagai zona merah dan sarang Teroris. Keempat, senantiasa mewaspadai kelompok yang berusaha memecah belah kesatuan dan keutuhan NKRI. Kelima, dan meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menerus menjalin silaturahmi demi menjaga keutuhan NKRI.

Ikrar kebangsaan yang sudah dibacakan itu, juga ditandatangani oleh Pangdam IX/Udayana, Danrem 162 Wira Bhakti, Tokoh Agama KH. A. Gani Maskur, Ketua Kabupaten dan Kota Bima, Ketua FKUB Kota dan Kabupaten Bima, Bupati Bima, Wakil Walikota Bima, Kapolres Bima Kabupaten, Kapolres Bima Kota, Kajari Bima, pihak Pengadilan Negeri Raba-Bima, Dandim 1608 Bima, Ketua JAS Ustadz H. Abdul Hakim, dan sejumlah pihak penting lainya.

Baca juga: Pangdam Udayana Hadiri Ikrar Kebangsaan 'Menuju Indonesia Damai Demi Keutuhan NKRI'

[Israt]

Related

Ragam 5110160674697479169

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item