AMPD Jakarta Raya Tolak Kehadiran Alfamart di Dompu

Ilustrasi Mini Market Alfamart. AKTUALITA.INFO , Dompu - Dinilai sangat berbahaya dan akan mematikan pedagang kecil dan tradisional, ...

Ilustrasi Mini Market Alfamart.

AKTUALITA.INFO, Dompu - Dinilai sangat berbahaya dan akan mematikan pedagang kecil dan tradisional, perusahaan waralaba Alfamart ditolak kehadirannya untuk membuka usaha retail (eceran) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Penolakan itu datang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Dompu (AMPD) Jakarta Raya.

Menurut mereka, jika Alfamart beroperasi di Dompu, maka bisa dipastikan akan mematikan dunia usaha kelas menengah ke bawah, sedangkan prospek perdagangan kecil seperti kios dan pasar tradisional lainnya menjadi salah satu tumpuan hidup masyarakat Dompu. Selain itu, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua AMPD Jakarta Raya, Azhar.
Ketua AMPD Jakarta Raya, Azhar, kepada aktualita.info mengatakan pihaknya menolak dengan keras kehadiran perusahaan waralaba Alfamart karena hanya menyebabkan kelesuan para pedagang kios tradisional. "Bahkan mematikan usaha mereka," tegas Azhar, Minggu, 26 Maret 2017.

Dijelaskannya, kehadiran pasar modern tersebut telah memunculkan iklim persaingan yang tidak sehat, yang merugikan pedagang kios kecil. Tegasnya, tidak tertutup kemungkinan kondisi yang timpang tersebut juga berpotensi munumbuhkan benih-benih kecemburuan sosial diantara para pelaku perdagangan.
"Dan akan membuat pedagang kios kecil semakin terpuruk bahkan mati karena tergerus keberadaan minimarket yang menawarkan kenyamanan berbelanja, kemudahan pembayaran, kualitas produk yang lebih baik dan nilai plus lainnya, bila dibandingkan dengan apa yang dapat ditawarkan oleh pedagang Kios tradisional," jelas Azhar menegaskan.

Azhar menyayangkan jika nantinya Pemerintah Daerah menerbitkan ijin prinsip Alfamart. Dia menuding Pemerintah Daerah membunuh pedagang kecil jika ijin dimaksud diterbitkan.

Azhar mengingatkan Pemerintah Kabupaten Dompu harus mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap rakyak kecil. Ia menyarankan pemerintah harus menolak kehadiran jaringan waralaba Alfamart karena akan merusak ekonomi daerah. "Kalau mau membunuh pedagang kecil silahkan ijin diberikan, kalau tidak maka jangan. Tinggal dipilih, apakah mau membunuh atau tidak?," tandasnya.

Arus penolakan terhadap Alfamart juga digelorakan oleh para netizen di media sosial facebook. Dari semua komentar para facebookers tersebut, semuanya menolak Alfamart untuk beroperasi di Dompu dengan berbagai pertimbangan, terutama dapat melumpuhkan pedagang kecil.

"#TOLAKALFAMART, #SAVEPEDAGANGKECIL, #SAVEDOMPU," adalah tagline yang membanjiri akun facebook masyarakat Dompu.

[yani]

Related

Ragam 1535691601892122863

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item