Wapres Minta Warga di Bantaran Sungai Direlokasi

Wapres Jusuf Kalla usai rapat terbatas di kantor Pemkot Bima. [yani] AKTUALITA.INFO , Kota Bima - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla...

Wapres Jusuf Kalla usai rapat terbatas di kantor Pemkot Bima. [yani]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, dalam rapat terbatas terkait penanganan korban banjir bandang dan rekonstruksi di Kantor Walikota Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 28 Desember 2016, meminta agar warga yang tinggal di bantaran sungai seperti di aliran sungai Padolo dipindahkan ke tempat lain.

Permintaan JK sapaan Jusuf Kalla beralasan mengingat kondisi warga yang terkena dampak bencana banjir bandang cukup parah.

Rapat terbatas dihadiri oleh Menteri Sosial Khafifah Indar Parawansa, Wakil Ketua DPD Faruk Muhammad, Gubernur NTB, dan Walikota Bima H. M. Qurais H. Abidin. 

Menanggapi hasil ratas dengan Wakil Presiden, anggota DPD dari dapil NTB Faruk Muhammad mengatakan bahwa dirinya akan berlakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintah. "Kita berlakukan fungsi pengawasan dan aspirasi terhadap pemerintah didalam proses rekonstruksi" ujar Faruk di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima.

Dijelaskannya, rencana pemerintah untuk dilakukannya relokasi warga sekaligus normalisasi sungai, hal tersebut kata Faruk adalah bagian yang akan diawasinya.

Selain itu, pemerintah melalui BNPB berjanji akan memberikan biaya selain makan, dimana biaya tersebut diberikan per rumah tangga sebesar 50 ribu rupiah perhari selama sepuluh hari. "Hal-hal itu juga yang akan kami awasi, sejauh apa realisasinya, akan dilakukan pengecekan lapangan. Nanti kita cek dilapangan dan akan kita kontrol, selain obata obatan dan pembersihan sebagaimana yang dijanjikan".

Selain itu tambah Faruk, masalah rehabilitasi rumah warga, mana yang dapat 20 juta dan mana yang dapat 40 juta, misalnya seperti itu.

Terkait masalah itu, dirinya akan meminta dilakukan rapat lagi, karena rapat dengan Wapres masih bersifat umum. "Nanti malam kami minta rapat lagi, untuk mempertajam hasil rapat terbatas".

Proses rekonstruksi Kota Bima harap Faruk dapat dilaksanakan di tahun anggaran 2017. "Kami akan minta penanganan Kota Bima dilakukan dengan cepat, harapan saya dapat terlaksana dalam tahun anggaran 2017" tandas dia. 

[yani]

Related

Pemerintahan 7675676741776964503

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item