Kantor Pelayanan Pajak Pratama Raba Bima Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia

Kepala KPP Pratama Raba Bima, Jusak Alexander Kapu (tengah) bersama unsur FKPD melepas balon anti korupsi. AKTUALITA.INFO , Kota Bima...

Kepala KPP Pratama Raba Bima, Jusak Alexander Kapu (tengah) bersama unsur FKPD melepas balon anti korupsi.

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Raba Bima menggelar acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada hari Jumat, 9 Desember 2016. Kegiatan dilaksanakan di depan kantor setempat, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima, berlangsung meriah. 

Orasi anti korupsi, deklarasi dan penandatanganan anti korupsi, serta pelepasan balon udara anti korupsi memeriahkan acara yang dihadiri sekitar 250 tamu undangan tersebut. Kegiatan diawali senam sehat bersama di ruas jalan Soekarno-Hatta, depan kantor KPP Pratama Raba Bima.

Tiga rangkaian acara inti tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M. Noer, Plt Serkretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Drs Muhktar Landa MH, Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail SIK, Kapolres Bima Kabupaten AKBP Eka Faturrahman SH SIK, Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Jalal Saleh, Kepala KPKNL dan Kepala KPPN Bima, perwakilan Pengadilan Negeri Bima dan Pengadilan Agama Bima, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Bima. 

Plt Sekda Kota Bima Drs Mukhtar Landa dalam sambutannya menyorot bahwa dalam kenyataan sehari-hari korupsi terjadi hampir di setiap tingkatan dan aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari mengurus ijin mendirikan bangunan, proyek pengadaan di instansi pemerintah sampai proses penegakan hukum. 

Menurutnya, tanpa disadari korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat umum. Misalnya perbuatan curang, suap menyuap dan memberi hadiah kepada pejabat (pegawai negeri) atau keluarganya sebagai imbal jasa sebuah pelayanan. 

Di sekitar kita, kata Mukhtar, korupsi telah menjadi subkebudayaan yang terlihat dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Misalnya terlambat datang kerja atau menyerobot antrian. “Kebiasaan mengganggu hak orang lain ini lama-lama akan menjadi bibit-bibit korupsi yang nyata,” katanya. 

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bima menyatakan sikap untuk memerangi korupsi pada berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan. Korupsi pada jajaran Pemerintah Daerah bisa muncul dalam berbagai wujud, diantaranya adalah buruknya pelayanan publik. 


Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer mengatakan bahwa dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peringatan hari Anti Korupsi sedunia ini, pemerintah mendorong untuk meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta pengaruh global. “Oleh karena itu, dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa merupakan salah satu agenda pembangunan pemerintah kabupaten bima,” katanya. 

Ia menjelaskan, agenda tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan tata pemerintahan dengan keterbukaan, akuntabilitas, kredibilitas, efektifitas dan efisiensi. Selain itu, menjunjung tinggi supremasi hukum dan membuka partisipasi masyarakat yang dapat menjamin kelancaran, keserasian dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat. 

Menurut Dahlan, salah satu faktor utama yang turut berperan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik adalah integritas dan kualitas pejabat atau aparatur penyelenggaraan birokrasi. 

Ia berharap, melalui peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini menjadi simbol tekad dan komitmen para pejabat untuk menuntaskan gerakan reformasi birokrasi di masing-masing unit kerja. Sekaligus cerminan semangat untuk mencegah dan memberantas korupsi. “Sekaligus dapat menjadi efek yang akan diikuti oleh seluruh PNS lingkup Pemkab, dan benar-benar harus dihayati untuk kemudian diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dengan integritas yang tinggi dan dicapai dengan mengabdi secara profesional,” jelas Dahlan. 

Kepala KPP Pratama Bima Jusak Alexander Lakapu mengatakan, tujuan pelaksanaan Hari Anti Korupsi Sedunia adalah untuk membangun komitmen bersama melawan korupsi. Korupsi dianggap sebagai salah satu faktor utama perusak tatanan bernegara. 

Ia mengingatkan, jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus selalu mewaspadai berbagai potensi kecurangan yang terjadi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, korupasi adalah penyakit yang sangat serius yang jika biarkan tidak hanya menghancurkan satu-dua orang. “Kalau dibiarkan, korupsi bisa menghancurkan seluruh institusi pajak dan menghancurkan Republik Indonesia. Ini adalah lawan yang sangat serius. Jangan pernah underestimate dan jangan pernah terlena untuk tidak menghadapinya secara serius dan hati-hati,” jelas Alexander menegaskan. 

Untuk itu, lanjut dia, kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia merupakan salah satu upaya DJP dalam membangun reputasi dan kredibilitas. Untuk menjadi institusi yang dapat dipercaya dan dibanggakan oleh masyarakat, sehingga bisa bersama-sama maju. “Kalau ada kesalahan, kita bisa bersama-sama melakukan koreksi. Dan dengan cara bersama-sama ini, saya yakin institusi pajak akan menjadi makin baik, makin kredibel, dan makin dipercaya,” pungkasnya. 

[yudha]

Related

Ragam 8136423321243772394

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item