Ini Penyebab Kajari Dompu Melarang Wartawan Meliput Pertemuan dengan HMI

AKTUALITA.INFO , Dompu – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Hasan Kurnia mengungkap penyebab dirinya melarang wartawan untuk meliput l...

AKTUALITA.INFO, Dompu – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Hasan Kurnia mengungkap penyebab dirinya melarang wartawan untuk meliput langsung audiensi (pertemuan) dengan HMI Cabang Dompu pada aksi demonstrasi, Kamis (27/10/2016). Katanya, insiden pengusiran itu disebabkan mis-komunikasi saja. Pasalnya dirinya hanya melaksanakan perintah pimpinan.

Kajari Dompu, Hasan Kurnia
Dijelaskannya, Presiden Jokowi menekankan kepada semua lembaga hukum untuk tidak bisa memberikan informasi penanganan kasus. Selama kasus itu masih dalam proses penyelidikan.

Alasannya menurut Hasan, saat ini penyerapan anggaran pada semua Kementerian dan Pemerintah Daerah sangat rendah, sehingga berpengaruh kepada proses pembangunan.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh rasa ketakutan dari pimpinan instansi atau satuan kerja perangkat daerah tentang pengelolaan anggaran. "Mereka sepertinya trauma dengan proses hukum," kata Hasan dalam acara silaturahmi dengan sejumlah wartawan di aula Kejari Dompu, Selasa (01/11/2016).

Hasan mengaskan bahwa sikapnya yang dinilai mengusir wartawan adalah bentuk pelaksaan perintah pimpinan. Presiden Jokowi sudah mewanti-wanti Kapolri dan Jaksa Agung, jangan sampai ada Kajari maupun Kapolres yang memberikan pernyataan resmi kepada media massa atas kasus penyelidikan. “Karena kalau tidak, akan dicopot. Pak Jokowi tegas melarang itu. Nggak main-main perintah Presiden," tutur Hasan.

Hasan mengakui dirinya tidak bisa terlalu kaku dengan menutup pintu informasi. Ia mengarahkan jika para wartawan ingin melakukan konfirmasi berita atau wawancara, bisa langsung dilakukan dengan menghubungi para Kepala Seksi (Kasi) atau dengan Jaksa yang menangani perkara.

                   Didemo HMI, Kajari Dompu Usir Wartawan
                   

[yani]

Related

Headline 2268135303027313917

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item