Lomba Toga, Kabupaten Bima Raih Juara Tingkat Provinsi NTB

Ilustrasi tanaman obat keluarga (Toga) AKTUALITA.INFO , Bima – Berdasarkan hasil verifikasi yang terdiri dari empat Provinsi dan Tim Pe...

Ilustrasi tanaman obat keluarga (Toga)
AKTUALITA.INFO, Bima – Berdasarkan hasil verifikasi yang terdiri dari empat Provinsi dan Tim Pemerintah Pusat dari Depkes dan Kemendagri, Jumat (15/9) lalu, Desa Sambori, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, meraih juara satu lomba Tanaman Obat Keluarga (Toga) di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di wilayah terpencil.

“Tim Provinsi dan Tim Pusat sudah turun langsung di lokasi, untuk mengecek dan melihat secara langsung kelengkapan administarsi dan bukti nyata tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Sambori,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Drs H Hefdin Umar APt, Senin (19/9).

Hefdin mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan dan binaan dari beberapa pihak. Diantaranya Dinas Kesehatan terkait, TP PKK, Camat, Dinas Pertanian, dan Dinas Perkebunan dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga pada lomba Toga sebanyak 270 lebih jenis tanaman obat.

“Keberhasilan ini membuat Kabupaten Bima masuk nominasi tingkat Nasional untuk perwakilan Nusa Tenggara Barat,” ujarnya pada aktualita.info, di halaman Kantor Pemkab Bima.

Ia menjelaskan, untuk sementara pengumuman tingkat nasional belum dilaksanakan. Karena masih ada dua provinsi yang masih diverifikasi oleh tim, yakni Maluku Utara dan Sulawesi Utara. “Akan dilihat dulu bagaimana untuk dua provinsi itu, sebagai perwakilan tingkat nasioanal nantinya selain dari NTB dan NTT yang sudah selesai diverifikasi,” jelas Hefdin.

Menurutnya, keberhasilan di tingkat Provinsi akan berdampak pada tingkat Nasional. Keberhasilan itu, kata dia, atas dasar motivasi dan dorongan dari Bupati, Sekda, dan seluruh pihak yang ada. Sebab, keberhasilan tersebut merupakan kebanggan bagi Kabupaten Bima.

“Insya Allah, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjuarai lomba Toga di tingkat Nasional. Untuk masyarakat, dengan adanya tanaman obat yang ditanam itu, agar bisa menggunakan dan memanfaatkan sebaiknya,” pungkas Hefdin.

[Moen/adv]

Related

Ragam 1363455042881903361

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item